Kepala Rutan Bangil, Bhanad Shofa Kurniawan. (Foto/Hum)
Lebih lanjut, dalam diskusi yang berlangsung, para peserta dari berbagai instansi berbagi pandangan dan strategi mengenai peningkatan profesionalisme dan transparansi dalam penanganan tindak pidana narkoba.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim menekankan bahwa sistem peradilan pidana yang kuat dan terkoordinasi akan mencegah timbulnya masalah dalam pelaksanaan tugas penanganan kasus narkoba. Rapat ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah nyata untuk memperkuat integritas dan sinergitas antar instansi hukum, khususnya dalam mekanisme administrasi peradilan pidana.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Heni Yuwono, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi ini. Ia menekankan bahwa sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan aparat penegak hukum lainnya sangat penting untuk keberhasilan penegakan hukum yang profesional.
Heni berharap, melalui kegiatan ini, instansi di bawah Kemenkumham dapat meningkatkan peran dalam mendukung upaya pemerintah menanggulangi kejahatan narkoba serta menjaga integritas pelayanan publik.
Kepala Rutan Bangil, Bhanad Shofa Kurniawan, turut menyampaikan apresiasi kepada Polda Jawa Timur atas inisiatif rapat koordinasi ini. Bhanad menyatakan bahwa Rutan Bangil berkomitmen untuk mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba, baik melalui peningkatan pengawasan internal maupun dengan memperkuat kerja sama dengan aparat penegak hukum.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan serta integritas sistem pemasyarakatan, khususnya dalam mengatasi ancaman peredaran narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan. (Red/*)
Info Penulis
BagikanPages: 1 2