Monday, January 19, 2026
spot_img
HomeMetropolitanPertama di Kabupaten Bogor.. RSUD Cibinong Kini Hadirkan Layanan Intrauterine Insemination untuk...

Pertama di Kabupaten Bogor.. RSUD Cibinong Kini Hadirkan Layanan Intrauterine Insemination untuk Program Kehamilan

advertisment
Google search engine
advertisment
Google search engine
TM Kab Bogor – Mengembangkan serta meningkatkan mutu pelayanan, RSUD Cibinong pemerintah Kabupaten Bogor kini menghadirkan program kehamilan melalui proses inseminasi buatan atau Intrauterine Insemination (IUI). Program hamil inseminasi buatan sendiri ialah prosedur yang ditawarkan dunia medis untuk membantu pasangan terkait masalah kesuburan pada kehamilan,
Insmenisasi buatan di RSUD Cibinong di dukung langsung oleh dokter spesialis kandungan, berikut tim jajaran medis profesional, berikut dengan alat yang dapat mendukung meningkatkan peluang kehamilan bagi beberapa pasangan maupun individu yang mengalami kesulitan memiliki keturunan.
“Iya kini RSUD Cibinong telah membuka paket layanan program inseminasi buatan yang dimaksudkan menjadi solusi bagi para pasien dengan masalah infertilitas (suatu kondisi ketika pasangan belum bisa hamil meskipun sudah melakukan hubungan seksual tanpa alat pengaman secara teratur),” ungkap dr. Nazif. Sp.OG. Subsp. F.E.R selaku spesialis kandungan RSUD Cibinong pada sesi wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya di Gedung Azalea, RSUD Cibinong, Senin (10/3/25).
Nazif. Sp.OG. Subsp. F.E.R juga menjelaskan bahwasanya terdapat beberapa tahapan dalam melakukan proses inseminasi buatan (IUI). Dimana sebelum menjalankan tahapan tersebut, pihak Dokter ataupun ahli medis profesional akan mengawalinya dengan proses konsultasi dengan pasien guna mengetahui gejala medis yang dialami calon pasien.
“Jadi proses insem itu diawali dengan konsultasi guna mengetahui kendala-kendala dari pasangan (pasien infertilitas). Kalau misal kami tim medis meyakini problem dari pasien infertilitas terdapat pada kualitas sperma, ataupun indikasi dari pergerakan si sperma pada jaringan sel telur (dari hasil konsultasi), termasuk bila diketahui terdapat siklus haid tidak teratur dan gejala ejakulasi dini, maka program inseminasi buatan tersebut pun kami anjurkan,” terangnya.

Adapun tahapan dalam proses inseminasi buatan (IUI) yang dijelaskan oleh dr. Nazif. Sp.OG. Subsp. F.E.R ahli medis profesional RSUD Cibinong diantaranya,

OVULASI
Tahap awal teknik inseminasi buatan adalah mengetahui waktu ovulasi. Hal ini sangat penting untuk memastikan sperma yang disuntikkan waktu yang tepat sehingga mendukung kehamilan yang sehat.

- Advertisement -https://tabloidmantap.com/wp-content/uploads/2023/02/IMG-20250627-WA0002.jpg

PERSIAPAN SAMPEL SPERMA
Pada hari proses inseminasi buatan, pasien dapat menyediakan sampel sperma segar untuk dikirim ke laboratorium.

INSEMINASI
Dokter dapat memasukkan spekulum ke dalam vagina, lalu kateter melalui serviks hingga ke dalam rahim. Kemudian, pasien akan disuntikkan sampel sperma yang telah dicuci ke dalam rahim.
 
Proses washing sperma yang dilakukan dengan spare waktu maksimal 30 menit itu, lebih lanjut dr. Nazif. Sp.OG. Subsp. F.E.R., menegaskan, proses tersebut dilakukan dengan tim ahli medis yang khusus dibentuk untuk meminimalisir adanya bentuk non prosedur (maladministrasi) yang tidak diinginkan dalam memastikan proses washing sperma.

“Jadi proses washing sperma itu maksimal hanya 30 menit, dan setelah itu kami menyatukan sperma tersebut dengan sel telur melalui selang khusus untuk bisa segera bercampur. Tanda inseminasi berhasil adalah ketika sperma membuahi sel telur dan menempel pada lapisan rahim sehingga memicu kehamilan,” jelas Doketr spesialis kandungan di RSUD Cibinong Pemerintah Kabupaten Bogor itu.
“Pada kondisi tersebut, dokter juga dapat memberikan obat progesteron setelah proses inseminasi buatan terjadi. Obat ini bertujuan untuk menjaga lapisan rahim dan meningkatkan peluang implantasi pada tubuh wanita,” sambungnya.
Dalam paparanya, dr. Nazif. Sp.OG. Subsp. F.E.R. juga mememastikan rendahnya resiko dari program inseminasi buatan (IUI), baik untuk pasien (Bunda) maupun calon janin (Bayi). “Untuk potensi resiko kami pastikan sangat rendah, terhadap si Bunda, kemungkinan resiko itu diantaranya, Infeksi, sedikit pendarahan vagina, kehamilan ganda bila dikordinasikan dengan obat-obatan pemicu ovulasi. Tapi untuk resiko terhadap janin, kita belum pernah menemukan kasusnya,” tandasnya.
Diakhir, dr. Nazif. Sp.OG. Subsp. F.E.R. pun turut menjelaskan bahwa program inseminasi buatan (IUI) merupakan program medik yang tidak tercover oleh BPJS KesehataN. Dan untuk estimasi biaya dari paket inseminasi buatan (IUI) di RSUD Cibinong pun pihaknya mengatakan berkisar di biaya sekitar RP. 6 Juta keatas.
“Dan program tersebut pastinya tidak dianjurkan untuk calon Bunda yang usianya diatas 35 Tahun, dikarenakan ada kerentanan resiko pada usia yang sudah tidak begitu produktiv pada proses kehamilan,” pungkasnya. (RDI)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

You cannot copy content of this page