Tangkapan layar akun tiktok kreator Rendy Mamesah yang memposting berita terkait dugaan praktek pungli di SMKN 1 Cileungsi yang mendapat perhatian warganet. (RDI)
Kab Bogor TM – Berita terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) pada proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) di SMKN 1 Cileungsi yang di posting ke akun tiktok cukup mendapat ragam komentar dari warganet.
Setidaknya, hingga Rabu (8/7/26), total 92 komentar meramaikan akun tiktok Rendy Mamesah sebagai kreator yang memposting tangkapan layar berikut dengan penggalan isi berita resmi dari portal media yang telah menayangkan pada 1 Juli 2026 lalu.
Dari 92 komentar warganet, terdapat ungkapan yang sangat menyayangkan adanya dugaan praktik iming-iming dari oknum guru menawarkan jasa membantu proses SPMB kepada salah satu orang tua calon siswa dengan mahar uang sejumlah 4juta rupiah.
Adapun rangkuman komentar warganet yang menyayangkan akan adanya dugaan tersebut diantaranya,
“Mau sampai kapan sih anak masuk sekolah negeri dipersulit terus,” tulis akun Alia m@nis. “Gak aneh disitu mah,” kata akun @sisca. “Pantesan ank saya 2 kali daftar ga lolos, pdhl anak saya semangat bangat sekolah di SMKN 1 Cileungsi jadi kcewa nangis gara2 lolos. Memang uang yang berkuasa,” tulis akun @enithatirzha. “Usust sih, anak saya seingin masuk sini n gagal sebelum pemetaan ribet, emang paling bener swasta aja udah ikhlas,” tulis akyang justru irma.
Adapun sebagian komentar yang meluruskan dugaan tersebut pun cukup menghiasi kolom komentar, diantaranya.
“Anak saya 2 orang masuk SMKN dua-nya masuk T kimia pake tes semua lulus. Memang banyak yang daftar, diterima sedikit,” tulis akun @tunik. “Setau aku gak ya anakku dia lulusan situ malah dulu ada program 4tahun, dan tahun baru lulus satu gk gk ada yg ngomong gt ak ga setuju, kita coba koreksi nilai anak kita kalau gak cukup atau gk lulus jgn maksain,” tulis akun @teh leny.
Bahkan, tidak sedikit warganet dalam kolom komentar menyerukan dan menyuarakan gubernur Jawa Barat, KDM (Kang Dedi Mulyadi) dengan maksud bisa mendapat atensi dan perhatian dari Gubernur kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Dengan viralnya postingan tersebut, Kepala Sekolah SMKN 01 Cileungsi sempat diketahui mengirimkan pesan whatsapp menyoal prihal kenapa kreator hanya menampilkan penggalan isi berita tanpa harus menyajikan keseluruhan. Yang mana koreksi dari Kepsek langsung dijawab dengan fakta, bahwasanya diakhir narasi berita yang diposting telah diarahkan untuk melanjutkan membaca di link media yang menayangkan. (RDI/Karim)

