Gambar ilustrasi beredarnya informasi OTT KPK di lingkup Pemkab Bogor. (Foto/Red)
Kab Bogor TM – Masyarakat kabupaten Bogor mendadak dihebohkan adanya informasi seliweran terkait giat OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang menyasar terhadap sejumlah pejabat di lingkup pemerintahan Kabupaten Bogor pada Kamis (20/8/26).
Bahkan, minimnya klarifikasi dari pihak KPK maupun pejabat Pemkab Bogor menjadikan publik harus menelan mentah-mentah informasi yang terlanjur menjadi perbincangan dan sorotan hingga lebih dari 5 jam sejak mencuatnya kabar hingga adanya pernyataan resmi dari jubir KPK.
Pernyataan resmi yang akhirnya terlontarkan 5 Jam (kurang-lebih) pasca menjadi konsumsi publik, dengan juga membenarkan bahwa KPK tengah meminta keterangan terhadap sejumlah pejabat publik Pemkab Bogor sejak Kamis (20/8/26) sekitar pukul 11.00 WIB itu, justeru kembali menimbulkan pertanyaan besar publik terkait apa sebenarnya yang sedang ditelusuri KPK.
“Menanggapi informasi yang berkembang di masyarakat terkait kabar peristiwa tertangkap tangan di wilayah Kabupaten Bogor, kami klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/8/2026) sekira pukul 17.56 wib.
Meski membantah adanya OTT, Budi membenarkan bahwa KPK tengah melakukan permintaan keterangan terhadap sejumlah pihak. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat yang diterima lembaga antirasuah tersebut.
“Untuk saat ini, secara detail belum dapat kami sampaikan. Pada waktunya kami tentu akan sampaikan kepada publik secara transparan,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekda Pemkab Kabupaten Bogor saat dikonfirmasi oleh awak media menyatakan masih memantau dan menelusuri kebenaran kabar dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menyasar sejumlah pejabat Pemkab Bogor.
“Semua pejabat berdinas seperti biasa dan aktivitas pemerintahan tetap berjalan dengan lancar,” ujar Ajat memberikan klarifikasi, Kamis (20/8/2026) sekira pukul 17.37 wib selang 19 menit sebelum pernyataan resmi jubir KPK.
Menariknya, dari informasi dilingkungan awak media, beberapa pejabat yang diduga terkait dengan isu OTT KPK didapat kabar tidak ada di kantornya, dan whatsapp Bupati Kabupaten Bogor disignyalir offline.
Kini publik berharap Pemkab Bogor bisa segera memberi klarifikasi dan penjelasan secara komperhensif kepada publik dan masyarakat Kabupaten Bogor agar lebih terang-benderang. (RDI)

