Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez. (Foto/Ist)
Gilang menekankan kecepatan aksi kepolisian juga harus dilakukan pada semua kasus KDRT yang dialami masyarakat. Ia kemudian menyinggung soal fenomena no viral no justice seperti yang disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani beberapa waktu lalu.
“Penanganan kasus yang cepat itu adalah hak setiap korban, bukan hak istimewa yang bergantung pada perhatian media atau publik. Aparat penegak hukum dan Pemerintah harus memastikan bahwa semua kasus ditangani dengan respons yang konsisten dan adil, tanpa menunggu viral,” papar Gilang.
“Jangan hanya bergerak cepat hanya pada isu yang mendapatkan sorotan media atau publik. Ini juga termasuk kasus-kasus lainnya, tak hanya KDRT, dan bukan hanya untuk Polri saja tapi berlaku untuk semua penegak hukum,” imbuh Legislator dari Dapil Jawa Tengah II tersebut.
Video KDRT yang diunggah Cut Intan di laman Instagramnya mendapatkan sorotan dari publik, terlihat sudah ditonton sebanyak 181 juta kali, mendapatkan like 3,4 juta, komen 1,2 juta dan dibagikan 2.6 juta hingga Rabu (14/8) pagi ini. Belum lagi video kekerasan itu juga banyak di-posting ulang oleh akun-akun lain.
“Dan tentunya penanganan cepat dalam kasus-kasus seperti ini juga berkat atensi dari masyarakat. Reaksi kemarahan publik yang terlihat di media sosial semakin mempercepat pengusutan kasus. Hari-hari ini, netizen punya andil besar dalam sisi pengawasan terhadap lembaga/instansi negara,” ucap Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Kendati demikian, Gilang memberikan apresiasi kepada kepolisian yang dapat menangkap pelaku dengan cepat dan berharap proses penegakan hukum dalam kasus ini dilakukan secara transparan apalagi sudah menjadi perhatian besar publik.
“Tidak boleh ada kesenjangan dalam penegakan hukum. Proses penegakan hukum harus dilakukan secara transparan dan akuntabilitas yang jelas,” tegasnya.
Adapun Cut Intan mengaku sudah mengalami KDRT berulang kali selama 5 tahun pernikahannya. Komisi III DPR yang membidangi urusan hukum ini berharap pelaku dapat dihukum setimpal. Dalam video kekerasan yang beredar, Amor Toreador tak hanya memukul Cut Intan berkali-kali, tapi tampak juga menendang anaknya yang masih bayi.
“Saya mengecam aksi kekerasan tersebut, perbuatan pelaku sangat tidak bisa diterima. Seorang suami dan ayah seharusnya melindungi keluarganya, bukan malah memberikan rasa sakit terhadap istri dan anak-anaknya. Wajar jika publik marah atas tindakan pelaku,” ujar Gilang.