Gambar ilustrasi kegiatan tambang di lahan konservasi Raja Ampat Papua. (Foto/Dok.Ist)
TM Jakarta – Tuduhan akan adanya praktik pemberian karpet merah dari Siti Nurbaya saat menjabat Menteri LHK dalam pemberian ijin tambang di Raja Ampat mencuat ke publik. Dalam akun tiktok @tanpadusta0 diinformasikan juga akan adanya dugaan praktek mengakali penempatan lahan konservasi Raja Ampat pada tahun 2017 untuk memuluskan ijin tambang tanpa bergesekan dengan hukum pun menjadi sorotan.
Adapun dugaan praktik yang dilakukan Eks Menteri LHK bila dilansir dari akun tiktok tersebut dan telah beredar luas dimaksudkan guna memuluskan langkah ananda Tohpati (Andes) untuk melenggang menjadi pengawas dari kelima perusahaan yang sudah mengajukan untuk menjalankan kegiatan penambangan di Raja Ampat.
Menilai narasi yang beredar, kordinator Kemah Indonesia Heru Purwoko berkenaan memberikan pandangan terhadap informasi tersebut. Dan dia meyakini bahwa informasi yang beredar prihal karpet merah dari Eks Menteri LHK untuk keuntungan dan kepentingan Ananda Tohpati (Andes) hingga menjurus ke Ormas PBNU merupakan fitnah semata.
“Semua narasinya hanyalah berisi Fitnah untuk menyerang dan menyudutkan mantan menteri LHK Siti nurbaya, Ananda Tohpati dan ormas Islam terbesar Indonesia PBNU. Informasinya sama sekali tidak ada yang benar yang di tudingkan akun tiktok@tanpadusta,” ujarnya saat dihubungi media ini melalui phone seluler, Jumat (13/6/25).
Heru Purwoko selaku Kordinator Kemah Indonesia, menganggap pemilik akun TikTok @tanpadusta0 sedang mencari sensasi murahan, sengaja membuat kegaduhan untuk membuat semakin panas isu Penambangan di Raja Ampat Papua. Dia juga meyakini bahwa Selama 10 Tahun menduduki jabatan MenteriLHK Siti Nurbaya di era Presiden Jokowi, Siti Nurbaya dikenal sebgai sosok pejabat bersih dan lurus terhadap amanah yang diemban.
“Tidak pernah sekalipun aji mumpung untuk menguntungkan anak dan keluarganya, apalagi sampai memberikan Karpet Merah. Jejak rekam nya selama memimpin 10 tahun on The track,” sebut dia.
Heru Purwoko juga menyebutkan Ananda Tohpati bisa terpilih sebagai Anggota DPR RI di Pemilu 2024 karena kerja keras panjang Perjuangannya yang tidak patah semangat. “Sebelumnya kan Ananda Tohpati pernah ikut kontelasi pemilu 2019 namun belum berhasil tapi tidak membuat dirinya mundur dan di jadikan nya sebagai pembelajaran untuk bisa meraih kursi DPR RI di Pemilu 2024 melalui Partai Nasdem,” tukasnya.
Heru purwoko menambahkan, terkait adanya tudingan pemberian suap sudah di bantah langsung oleh Pengurus PBNU bahwa menurut Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan mengatakan pihaknya tidak memiliki hubungan dengan sosok Ananda Tohpati yang menyalurkan dana ke PBNU.
“Kami bisa buktikan dengan data kalau kami sama sekali tak pernah menerima aliran dana dari tambang manapun,” katanya seraya mengulang pernyataan klarifikasi dari Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan.