Gambar ilustrasi indikasi gejolaknya hubungan rumah tangga antara WW dengan MA selaku direktur IBN. (Foto/Dok.Ist)
Maya menanyakan apakah dalam sidang mediasi, aparatur negara seperti pengacara dan polisi dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, terutama ketika mereka menghalangi Maya mendekati suaminya menuju ruang sidang mediasi?
Hal ini menimbulkan dampak psikologis dan fisik terhadap kondisi Maya.
”Kondisi kesehatan mental dan fisik Maya tampaknya memburuk sejak ditinggalkan oleh suaminya, mungkin menambah beban emosional dan fisik yang sudah ada,” ujarnya.
Sementara sikap Wisnu terhadap Maya (istrinya) tidak menunjukkan empati, bahkan di ruang mediasi dia. “Sakit yang dialami Maya adalah sesuatu yang dibuat-buat,” katanya.
Ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan mereka dan apa yang mungkin menjadi alasan di balik perubahan sikap WW. Klarifikasi mengenai anjuran psikolog dan tindakan hukum yang tepat untuk melindungi hak-hak Maya sangat diperlukan untuk mengungkap hal yang sebenarnya. (Tim/*)
Kontribusi Berita: Soni (KM)
Editor: RDI
Info Penulis
BagikanPages: 1 2