Kegiatan Wisuda ke-14 di STID Mohammad Natsir di Kramat Raya 45, Jakarta Pusat Selasa, (20/08). Foto/DiahBardiah
TM Jakarta – STID Mohammad Natsir gelar wisuda ke-14 berbarengan dengan tasyakur 25th perjalanannya. Berlangsung di Kramat Raya 45, Jakarta Pusat Selasa, (20/08).
Kegiatan wisuda yang menjadi salah satu puncak pembelajaran akademik ini menjadi momentum yang sangat berharga.
Terkhusus bagi para wisudawan dan wisudawati, yang akan melanjutkan perjuangan kehidupan selanjutnya.
Maka Akhina Jamaluddin, S.Sos, seorang wisudawan dari Aceh, yang berkesempatan untuk menyampaikan sambutan mewakili seluruh wisudawan terimakasih terima kasih dan permohonan yang mendalam kepada seluruh dosen STID Mohammad Natsir yang telah mendidik dan mengkader sellam 4 tahun terakhir ini.
Ia menceritakan bagaimana para asatidz selalu mengingatkan bahwa hidup tidak hanya untuk diri sendiri dan belajar bukan sekadar tuk meraih gelar, melainkan untuk melayani umat yang membutuhkan.
Inilah beberapa pesan yang berhasil membekas kuat dalam ingatan para wisudawan.
Tak kalah penting adalah ungkapan terima kasih yang tulus untuk orang tua yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam perjalanan dakwah mereka. Suasana haru ini kian terlihat jelas dan terasa saat wisudawan asal Aceh ini mengungkapkan bahwa beberapa orang tua tidak dapat hadir karena berbagai alasan. Ini merupakan contoh nyata dari perjuangan cinta dalam meraih cita.
Terdapat 4T yang dipesankaan Akhina Jamaludin kepada seluruh wisudawan;
1. Tatap masa depan dakwah yang panjang
2. Titip doa-doa terbaik setiap shalatmu
3. Tutup aib-aibmu di masalalu
4. Dan tetap Istiqomah dalam jalan dakwah.
Mengakhiri sambutannya, wisudawan asal Aceh ini mengutip pesan bijak dari Aba Natsir: “Jangan berhenti tangan mendayung, nanti arus membawa hanyut.” Sebuah pesan yang mengingatkan kita untuk terus berjuang dan tidak menyerah dalam perjalanan dakwah. (Red)
Kontribusi Berita:Delis
Editor: RDI

