Saturday, June 15, 2024
spot_img
HomeUtamaWakil Walikota Palembang Kunjungi Lokasi Banjir dan Bangunan Liar di Kelurahan 14...

Wakil Walikota Palembang Kunjungi Lokasi Banjir dan Bangunan Liar di Kelurahan 14 Ulu

 

TM PalembangWakil Walikota Palembang lakukan Peninjauan lokasi banjir dan bangunan liar di kawasan Jalan rukun 2, RT 21, Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 2, Rabu ( 29/3/2023).
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda didampingi staf serta jajarannya, Kepala Bidang Pengendalian Sumber Daya Air (PSDA) Dinas PUPR Palembang Marlina Sylvia dan jajarannya.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, ” Peran warga bahwa kondisi banjir di sini sering mengalami banjir terutama di musim penghujan seperti ini,” katanya.
Fitri menungkapkan, Maka kita tadi sudah keliling kawasan bersama ibu Marlina dari PUPR Kota Palembang. Ada beberapa rumah berdasarkan pantauan kita paling tidak ada mungkin perkiraan ada sekitar 10 rumah yang berdiri di atas saluran atau menutup saluran.
” Lalu kita minta kepada seluruh warga masyarakat untuk menyepakati dulu ya bahwa bangunan-bangunan ini harus betul-betul Nanti bisa kita bongkar jangan sampai menutup saluran untuk menyelesaikan masalah banjir di kawasan ini,” ungkapnya.
Fitri menjelaskan, harus ada titik temu ya kalau memang kawasan ini mau bebas banjir maka seluruh warga masyarakat harus memiliki kesadaran yang pertama jangan mendirikan bangunan di atas saluran atau menutupi saluran.
” Yang kedua Jangan membuang sampah sembarangan karena hampir rata-rata pada saat kita datang di pemukiman seperti ini masalah banjir itu, karena kaitannya yang banyak menutupi saluran atau mendirikan bangunan di atas saluran atau juga tidak menjaga kebersihan itulah pada intinya persoalan yang tadi dirasakan di pemukiman akibat banjir,” tandasnya.
Sementara di tempat yang sama, Kepala Bidang Sumber Daya Air, Irigasi dan Limbah (SDAIL) Dinas PUPR Kota Palembang Marlina Sylvia, menambahkan dalam kunjungan ini kami menemukan bahwa dimensi saluran ukurannya sangat kecil tidak sebandung dengan luas daerah tangkapan hujannya. Padatnya bangunan berpengaruh pada kecilnya daerah resapan dan daerah aliran sungai di lokasi tersebut.
“Tinggi genangan dapat dilihat pada bekasnya di dinding rumah yang kita kunjungi tadi warnanya hitam akibat lumut akibat sering terendam air” ujar alumni IHE Delft Belanda ini.
“Air hujan yang turun harus mengantri di drainase yang kapasitas dimensinya sangat kecil dan banyak terhambat alirannya akibat bangunan-bangunan liar,” Terang Marlina.
Marlina mengungkapkan, oleh karena itu harus dilakukan penertiban terhadap bangunan-bangunan liar tersebut karena sudah sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya akibat genangan.
Pemerintah kota akan melaksanakan sosialisasi melalui beberapa instansi terkait dan khususnya camat, lurah dan RT/RW. Serta akan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang mendirikan bangunan di atas saluran yang menghambat aliran air.
“Pelaksanaannya tidak dapat terpotong-sepotong, harus terintegrasi hingga ke hilir. Ada usulan untuk crossing/menyebrang jalan sebagai solusi. “Iya betuk pembuatan crossdrain itu juga termasuk yang akan dilaksanakan. Tapi itu saja tidak cukup karena di aliran airnya juga masih tersumbat, jadi kalau cuma satu yang dikerjakan tidak semuanya secara terpadu ya tidak akan memberikan perubahan yang significant terhadap genangan di wilayah tsb, malah hanya akan memindahkan genangan saja” Bebernya.
Untuk bangunan liar, harus ada pendekatan persuasif ke masyarakat, jika masyarakat sudah mau, bisa dilaksanakan pembongkaran terhadap bangunan-bangunan yang menghalangi aliran air, baru kita dapat melaksanakan konstruksi bangunan airnya.
“Selain itu juga harus dipikirkan juga bagaimana pemeliharaan terhadap saluran-saluran yang akan kita bangun, kalau tidak ada sempadan salurannya maka akan sulit dalam pemeliharaannya, sehingga dalam beberapa waktu yang tidak begitu lama akan terjadi penumpukan sedimen kembali,” Paparnya.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga tidak memperparah kondisi genangan yang sudah ada. Semua aktivitas pembangunan wajib menyiapkan saluran karena saluran merupakan utilitas dari setiap infrastruktur,” pungkasnya.
Di tempat yang sama Ketua RT 21 Albert menuturkan, ” Kami mengucapkan terima kasih kepada wakil walikota ibu Fitri yang sudah menindaklanjuti laporan kami warga RT.21 untuk saat ini kami kondisikan beberapa bangunan untuk disepakati bahwa itu mau dibongkar. Jadi ini untuk khalayak banyak menyangkut bukan pribadi sendiri mungkin juga mudah-mudahan dari warga kami tidak ada yang dikhawatirkan lagi oleh karena ini kepentingan bersama,” katanya.
Albert menjelaskan, Adapun ruang lingkup yang di tinjau yaitu RT 21, RT 31, dan RT. 30, yang akan dibongkardan akan dibuatkan karena saluran yang lama sudah tertutup. Mungkin ini akan dibongkar, dilebarkan lagi, dan ada beberapa saluran yang di tutup bangunan mungkin juga akan dilakukan pembongkaran.
” Harapan kami mudah mudahan dengan kedatangan ibu fitri kesini mememberikan dampak positif dan juga daerah sekitar kami tidak akan terjadi banjir,” pungkasnya.
( Ocha )
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here