Tuesday, June 18, 2024
spot_img
HomeUtamaWalkot Bandung: Teknologi RDF di TPST Diharapkan Dapat Menurunkan Volume Sampah Ke...

Walkot Bandung: Teknologi RDF di TPST Diharapkan Dapat Menurunkan Volume Sampah Ke TPA

TM Kota Bandung – Peresmian Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Cicukang, di hadiri Wali kota Bandung Yana Mulyana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Dudi Prayudi, Selasa 21/02/2023.
Sebagai informasi, teknologi RDF merupakan pengolahan sampah anorganik melalui proses homogenizers menjadi ukuran yang lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovaring batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. Adapun alat dengan teknologi RDF ini mampu mengolah hingga 10 ton sampah residu dan sampah kering per harinya.
Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berharap, teknologi RDF di TPST Cicukang Holis dapat memaksimalkan upaya penurunan jumlah sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Di samping itu, Yana juga menekankan kepada seluruh unsur kewilayahan agar membiasakan masyarakat untuk menerapkan program Kang Pisman yang telah digalakkan Pemkot Bandung sejak 2018.
“Alhamdulillah teknologi RDF di TPST Cicukang Holis ini hadir berkat kolaborasi dengan Kementerian PUPR. Meski begitu, saya tidak bosan mengingatkan sampah harus selesai sejak dari sumbernya,” ucap Yana.
Ia mengajak masyarakat untuk sama-sama menerapkan beberapa program serta upaya Pemkot Bandung yang telah bergulir mulai dari Kang Pisman hingga Loseda. Menurut Yana, hal ini tetap perlu dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan sampah dan sejalan dengan teknologi yang sudah ada.
“Kapasitas sebesar apapun (teknologi TPST), tetap perlu dibantu kebiasaan warga,” terangnya.
Ia juga mencontohkan, secara teknis, cara membiasakan masyarakat untuk memilah sampah sejak di rumah. Antara lain dengan menerapkan pengangkutan sampah yang lebih tematik.
“Misalnya hari Senin, Selasa, petugas sampah hanya mengangkut sampah jenis A, organik, misalnya. Lalu hari lainnya mengangkut sampah jenis lainnya. Nanti masyarakat akan terbiasa. Sehingga kalaupun nanti bercampur lagi di TPS, setidaknya jenis sampahnya sama,” pesan Yana.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Dudi Prayudi menyebut, berbagai upaya telah dilakukan DLH Kota Bandung untuk menekan angka sampah. Beberapa di antaranya selain Kang Pisman antara lain: Kawasan Bebas Sampah (KBS), Waste to Food, membangun Pusat Olah Organik, Sekolah Kang Pisman, hingga berkolaborasi dengan Bandung Great Sale pada HJKB ke-212, 2022 silam.
“Dampak luar biasa dari peristiwa Bandung Lautan Sampah di 2005 memberi kita banyak pelajaran,” ujar Dudi.
Ia berharap, hadirnya TPST Cicukang Holis dengan teknologi RDF dapat menghasilkan pengolahan sampah yang sejalan dengan sirkular ekonomi dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dudi juga menerangkan, Kota Bandung akan ada 9 TPST yang menerapkan teknologi RDF hasil kolaborasi berbentuk Improvement Of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities (ISWMP).
“Jadi di tahun 2023 ada 3 lagi. Di Nyengseret, Cicabe, dan Tegallega,” terangnya.
Untuk diketahui, pada 2022 Kota Bandung berhasil menekan angka pengiriman sampah ke TPA hingga sekitar 93.000 ton dalam setahun. Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengapresiasi hadirnya TPST Cicukang Holis dengan teknologi RDF. Ia menyebut, hadirnya teknologi ini sebagai berkah bagi Kota Bandung.
“Saya pribadi mendukung teknologi RDF (dalam pengolahan sampah), karena tidak ada emisi,” ucap Tedy.
Ia juga menyebut, permasalahan sampah adalah salah satu layanan dasar yang harus dipertimbangkan keberlanjutannya, “Kami respon positif dan kami bahas dengan cepat melalui komisi C,” tuturnya. (Tim/*)

Editor: Asep

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here