Dirut RSUD Bakti Pajajaran (Cibinong) dr. Yukie Meistisia A. Satoto, S.H., M.H(Kes)., bersama jajaran saat meresmikan sistem pengelolaan sampah berbasis Bank Sampaah di lingkungan Rumah Sakit. (Foto/RDI)
TM Kab Bogor – Mendukung program perduli terhadap sampah seperti yang digelorakan Bupati Rudy Susmanto untuk Kabupaten Bogor zero waste, RSUD Bakti Pajajaran (Cibinong) menindaklanjuti dengan menjalankan sistem pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah.

Hal itu disampaikan oleh dr. Yukie Meistisia A. Satoto, S.H., M.H(Kes)., selaku Direktur Utama RSUD Bakti Pajajaran (Cibinong) pasca meresmikan launching Bank Sampah Bakti Pajajaran dengan tagline Sampahmu Tanggungjawabmu, di halaman belakang Rumah Sakit type B tersebut, Jumat (01/8/25).
“Bank Sampah yang menjadi salah satu wujud nyata keperdulian akan pengelolaan sampah dan bukti tanggungjawab kami terhadap lingkungan. Karena itu bagian dari visi misi kami yang salahsatunya menjadikan RSUD sebagai Green Hospital,” ungkap Dirut kepada media ini.

Bukan sekedar memiliki keperdulian terhadap pengelolaan sampah di lingkungan RSUD, Dirut juga mengajak warga sekitar untuk berperan aktif memanfaatkan Bank Sampah Bakti Pajajaran untuk bersama-sama mewujudkan tanggungjawab kebersihan terhadap lingkungan.
“Bank Sampah Bakti Pajajaran yang dikelola oleh jajaran Kesling (Kesehatan Lingkungan) ini terbuka untuk masyarakat sekitar. Dimana warga yang hendak menabung ataupun menyumbangkan sampah ekonomisnya agar kembali dimanfaatkan (daur ulang) bisa diantarkan ke sini, ke Bank Sampah Bakti Pajajaran,” imbuhnya.
Lebih lanjut Dirut menegaskan bahwa maksud digulirkannya sistem pengelolaan sampah berbasih Bank Sampah bukan sekedar untuk mendorong kegiatan proses daur ulang dan pemanfaatan kembali sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, namun menjadi sarana pendukung kegiatan pengurangan volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
“Insyallah dengan adanya sistem pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah disini akan turut membantu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor dalam mengurangi volume sampah (residu) ke TPAS Galuga. Karena nantinya sampah non ekonomis semacam ranting dan sisa makanan akan diolah menjadi kompos untuk pupuk tumbuhan di RSUD,” ungkap dr. Yukie Meistisia A. Satoto, S.H., M.H(Kes)., yang berhasil meraih juara 2 ASN Berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat dalam kategori inovatif.

Dirut juga mengatakan terus menjalin kolaborasi dengan pihak DLH melalui UPT Pengelolaan Sampah Cibinong untuk turut mendukung keberlangsungan kegiatan sistem pengelolaan sampah berbasis Bank Sampah di RSUD Bakti Pajajaran (Cibinong).
Guna memastikan pelayanan RSUD dan keberlangsungan Bank Sampah dapat berjalan sama baiknya, Dirut mendorong akses melalui pintu belakang untuk keberlangsungan aktivitas Bank Sampah.
“Akses pintu belakang akan kita maksimalkan untuk keberlangsungan Bank Sampah yang lokasinya pun ada diarea belakang RSUD. Jadi pelayanan kesehatan berjalan dengan baik, dan keberlangsungan Bank Sampah juga insyallah akan baik,” jelasnya.

