Gambar ilustrasi adanya oknum Carek Hargomulyo TulangBawang yang diduga tantang wartawan melalui aplikasi pesan whatsapp. (Ist/TM)
TM Tulangbawang – Sikap tidak terpuji ditunjukan oleh seorang oknum Carek/sekretaris kampung, Hargo Mulyo kecamatan Rawajitu Selatan kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Bukannya menjadi Sudi tauladan bagi warga atau publik yang membutuhkan informasi untuk di layani dengan baik, namun malah menunjukkan sikap arogan dengan ujung pernyataan sebuah kata-kata menantang.
“Bahkan tanpa babibu (diduga bagai orang linglung/amnesia/setengah stres) langsung menjawab chatt WhatsApp awak media dengan kalimat menantang untuk di BERITAKAN,” ungkap seorang awak media yang berinisial (RE) kepada kawan sesama wartawan, Senin (22/7/24).
Adapun maksud (RE) yang merasa kecewa dan tertantang dengan bahasa di chattingan WhatsApp antara dirinya dengan Sodik merupakan bentuk tidak terimanya sikap yang ditunjukkan oleh oknum Carek tersebut.
Dijelaskan oleh (RE), munculnya sikap arogansi (nantang) dari oknum Carek itu patut diduga prihal adanya permohonan informasi yang diajukan mengenai realisasi ADD dan DD pada desa tersebut.
“Terkait Dugaan pengelolaan anggaran Dana Desa Tahun 2020 sampe dengan tahun 2023 di Kampung Hargo Mulyo yang diduga keras ada kegiatan yang di mark-up, dan awak media sudah koordinasi dengan pihak inspektorat kabupaten Tulang Bawang, pihak kecamatan Rawa jitu Selatan, pihak Pendamping Desa dan pihak-pihak terkait,” beber (RE)
Tantangan yang di cetuskan oleh Sodik oknum Carek/sekretaris kampung Hargo Mulyo mengugah hati para penggiat anti Korupsi /aktivis dan ketua Lembaga/ organisasi untuk bereaksi, salah satunya Ketua DPW BAIN HAM RI Provinsi Lampung, Ferry Saputra.Ys., SH.
“Kalau hanya sekelas oknum Carek/sekretaris kampung sudah bergaya bagai pejabat tinggi dengan SONGGONG menantang awak media untuk di beritakan, itu ada unsur ketakutan dalam dirinya.Kalau benar dan yakin tidak ada bermasalah di waktu mengelola anggaran dana desa, gelar meja, ajak komunikasi dan debat terbuka berhadapan langsung,” ungkap Ferry menanggapi adanya aksi nantang oknum Carek kepada insan PERS.
“Ibarat cacing tanah memandang dirinya bagai seekor naga, atau seperti katak dalam tempurung, hal ini bisa aja terjadi kepada oknum aparatur kampung dimana pun, kalau kepala kampung nya sudah bergaya begitu maka gaya Carek/sekretaris kampung pasti akan meniru juga. Harapan saya kepada oknum -oknun aparatur kampung atau pejabat yang mengelola uang Rakyat harap tau diri dan punya rasa malu. kalau anda melakukan korupsi sama dengan merampok uang rakyat.” Pungkas dia.

