Ketua Apindo Banten Yakub F. Ismail (kiri) Foto/TM.
TMBanten – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dibuat terbelalak dengan realitas pasokan gas industri di Provinsi Banten yang semakin langka dan mengkhawatirkan.
Kondisi ini timbul akibat dampak dari kebijakan efisiensi supply oleh Perusahaan Gas Nasional (PGN) pada Mei 2024 lalu.
Mirisnya, belum kelar persoalan tersebut, kini dihadapkan dengan situasi yang sama di mana per 18 Agustus 2024 mendatang, industri di Banten diminta untuk menyiapkan alternatif energi jika sewaktu-waktu PGN tidak bisa lagi memenuhi supply gas di wilayah tersebut.
Kondisi ini pun langsung mendapatkan respons beragam dari banyak pihak utamanya dari Apindo. Ketua Apindo Banten Yakub F. Ismail, misalnya, menyebut masalah ini serupa dengan force majeure (kejadian di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya).
“Kondisi ini memicu tanda tanya besar terkait tata kelola distribusi Gas oleh PGN utamanya di provinsi Banten,” ujar Yakub, Selasa (13/8).