Gambar ilustrasi tes dari wabah Leptospirotis. (Foto/Dok.Ist)
Rencananya, media ini akan coba menyambangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor di Jl Tegar Beriman pada Jumat (16/8/24) esok, ataupun akan kembali mencoba menggali informasi dari Plt Kadinkes untuk bisa mendapat informasi lebih komperhensif akan adanya kasus yang diduga sementara merupakan suspect wabah Leptospirotis.
Sementara, dikonfirmasi terpisah, baik RSUD Cibinong dan RSUD Leuwiliang pemerintah Kabupaten Bogor masing-masing menyatakan masih belum mendapatkan adanya pasien terkonfirmasi terkena wabah Leptospirotis.
Dilansir dari situs resmi who, Leptospirosis adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat menjangkiti manusia dan hewan. Bakteri Leptospira ini paling umum memasuki tubuh melalui hidung, mulut, atau mata, atau melalui abrasi kulit saat orang terpapar air yang terkontaminasi urine dari hewan yang terinfeksi.
Leptospirosis terjadi di seluruh dunia tetapi lebih banyak muncul di wilayah-wilayah tropis dan subtropis yang mengalami curah hujan yang tinggi. Kejadian leptospirosis terkait erat dengan faktor-faktor risiko infeksi.
Pada tahun 2019, 920 kasus leptospirosis dilaporkan di Indonesia dengan 122 kematian. Kasus-kasus ini dilaporkan dari sembilan provinsi (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Utara).
(RDI)
Info Penulis
BagikanPages: 1 2