TM Lebak,- Banten – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lebak berkomitmen mencegah munculnya kasus stunting baru dengan tujuan mencapai “zero new stunting” untuk menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Kami terus membangun komitmen dan kolaborasi untuk mencegah kasus stunting baru,” kata Kepala Bidang DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, Jumat (19/7/2024).
Komitmen dan kolaborasi ini akan dideklarasikan pada 25 Juli 2024 di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Fokus utama adalah intervensi terhadap keluarga dengan anak stunting, ibu hamil, ibu bersalin, remaja, calon pengantin, dan pasangan usia subur.
“Penanganan anak usia di atas dua tahun dilakukan melalui pemberian makanan tambahan untuk meningkatkan status gizi mereka,” jelas Tuti.
Menurutnya, pencegahan stunting memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan, organisasi perangkat daerah (OPD), mitra, dan sektor swasta.
“Pencegahan harus dimulai sejak remaja dengan pemberian tablet tambah darah bagi calon pengantin dan pemeriksaan ibu hamil di puskesmas dan klinik,” ujarnya.
Pasangan usia subur juga harus mendapatkan pelayanan reproduksi yang layak untuk memastikan persalinan yang sehat.
“Kami mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting,” tambah Tuti.
Tahun ini, penanganan stunting difokuskan di enam kecamatan: Warunggunung, Sajira, Curugbitung, Cileles, Cikulur, dan Kalanganyar, di mana prevalensi stunting dan kemiskinan ekstrem cukup tinggi.
“Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat mencapai ‘zero new stunting’ dan melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di era globalisasi,” tutupnya. (Red)

