Rencana gelaran Haul Akbar Dr KH Abdul Rokhim SH MH PP Sabilul Muttaqin
Program desa sehat untuk memperkuat layanan kesehatan pedesaan. Memperkuat RSU provinsi di Madiun, dan memperkuat RS rujukan Madura dan tapal kuda. Memberikan akses pendidikan berbasis pesantren bagi anak petani, anak nelayan, anak buruh, anak yatim dan anak yatim piatu yang kurang mampu.
Bhakti 4, Jatim Akses. Membangun infrastruktur dalam kerangka pengembangan wilayah terpadu, dan keadilan akses bagi masyarakat pesisir dan desa terluar. Kawasan lingkar wilis, lingkar bromo, lingkar ijen, gerbang kertasusila, koridor maritim pantura Jawa-Madura, koridor maritim selatan Jawa. Dermaga perintis pulau-pulau Sumenep, penguatan layanan transportasi laut Pulau Bawean, pengembangan pesisir selatan, serta percepatan dan pengembangan bandara perintis.
Bhakti 5, Jatim Berkah. Memberi tunjangan kehormatan imam masjid di kampung, pesisir dan pulau terluar. Perluasan tunjangan kehormatan hafidz hafidzoh, penguatan peran pondok pesantren dalam mendorong partisipasi sekolah dan beasiswa guru diniyah S2. Membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan keperintisan, mendorong kesalehan dan tanggung jawab sosial masyarakat dan dunia usaha serta membangun karakter masyarakat yang berbasis nilai-nilai kesalehan sosial, budi pekerti luhur.
Bhakti 6, Jatim Agro. memajukan sektor pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, kehutanan, perkebunan untuk mewujudkan kesejahteraan petani dan nelayan. Menguatkan program petik, olah, kemas, jual, mengembangkan agropolitan, stabilisasi, dan tabungan pangan, asuransi petani, restrukturisasi produk pertanian, Menjadikan sungai dan hutan sebagai sumber kehidupan dan penguatan SDM pertanian dan gapoktan, mengembangkan kawasan pertanian terpadu berskala nasional.
Bhakti 7, Jatim Berdaya. Memperkuat ekonomi kerakyatan dengan berbasis UMKM, koperasi, dan mendorong pemberdayaan pemerintahan desa. One village one product one corporate and agropolitan, communal branding untuk UMKM, supply and demand channel, penataan pasar tradisional, inklusi UMKM retail modern, dan menumbuhkembangkan koperasi perempuan, petani dan nelayan dan perdagangan antar pulau.
Bhakti 8, Jatim Amanah. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, efektif, dan anti korupsi. Membudayakan meritokrasi, menyelenggarakan complain handling system, budaya birokrasi yang melayani dan efektif, menjaga clean government, sound governance, perluasan dan pelayanan berbasis IT.
Bhakti 9, Jatim Harmoni. Menjaga harmoni sosial dan alam dengan melestarikan kebudayaan dan lingkungan hidup. Pariwisata partisipatoris, integrasi museum perpusda dan galeri seni, ruang kebhinekaan, seni tradisional, clean industries, green city, halal tourism, 51 titik potensi ESDM, dialog antar budaya (seni, seniman dan budayawan), dialog intern dan antar umat beragama.
Untuk itu sekali lagi Dr KH Abdul Rokhim SH MH pimpinan Ponpes Sabilul Muttaqin Kalipuro, Pungging, Mojokerto menyebut penting kehadiran Khofifah di pondoknya pada tanggal 22 September 2024.
“Kehadiran Ibu Khofifah karena penting agar melanjutkan sebagai Gubernur Jatim periode 2025 – 2030, juga untuk berbagi pengalaman serta memberikan wawasan dan semangat untuk para hadirin,” kata Dr KH Abdul Rokhim SH MH tokoh ulama Jatim kelahiran 5 Oktober 1963, seraya mengungkapkan Khofifah yang kelahiran 19 Mei 19 Mei 1965 merupakan pemimpin terhebat Jatim dan pemimpin masa depan Indonesia. (Red/*)