Oplus_131072
TM Pringsewu, – Rabu (17/02/2026) – Limbah rumah sakit Mitra Husada yang berlokasi di Pekon Sidoharjo Kabupaten Pringsewu diduga telah mencemari pemukiman warga sekitar. Kasus ini muncul setelah beberapa warga mengeluhkan kondisi yang terjadi terutama saat musim hujan tiba.
Menurut hasil investigasi yang dilakukan tim media bersama beberapa warga, salah satunya yang berinisial IM mengungkapkan bahwa setiap musim hujan, rumahnya selalu tergenang banjir dan limbah dari rumah sakit tersebut masuk ke dalam rumahnya. Kondisi ini terjadi karena limbah dialirkan melalui siring yang digunakan pihak rumah sakit untuk pembuangan.
Ketika ditanya terkait keberadaan fasilitas penampungan limbah yang sesuai standar, IM menjawab, “kalau itu saya kurang tau, setau saya hanya siring inilah pembuangannya”. Menurutnya, selama ini tidak ada informasi atau tanda-tanda adanya tempat penampungan limbah yang memadai dari rumah sakit tersebut.
Tim media juga menanyakan apakah warga pernah mendapatkan kompensasi dari pihak rumah sakit Mitra Husada. IM mengungkapkan, “saya sudah 5 tahun tinggal disini belum pernah mendapat apa-apa dari rumah sakit tersebut”. Keluhan yang sama juga datang dari berbagai warga lain di sekitar pemukiman.
Untuk memastikan akurasi informasi, tim media melakukan wawancara tambahan dengan seorang ibu rumah tangga berinisial NR. Jawaban yang diberikan NR pun sejalan dengan keterangan IM, yaitu adanya masalah pembuangan limbah yang masuk ke pemukiman dan belum pernah ada bentuk tanggapan atau kompensasi dari pihak rumah sakit.
Guna mendapatkan klarifikasi langsung, tim media mencoba melakukan konfirmasi ke pihak rumah sakit Mitra Husada. Namun, saat kedatangan di lokasi, tim hanya dapat bertemu dengan kepala satpam rumah sakit. Menurut keterangan sang satpam, untuk bertemu dengan manajemen rumah sakit diperlukan janji temu terlebih dahulu.
Ketika ditanya mengenai keberadaan fasilitas penampungan limbah, kepala satpam mengakui bahwa rumah sakit memiliki tempat penampungan. Namun, ketika tim media mengajukan permintaan untuk melihat langsung lokasi penampungan tersebut, kepala satpam tidak mengizinkan dengan alasan harus mendapatkan persetujuan dari atasan terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan, pihak dinas lingkungan hidup dan aparat penegak hukum diharapkan segera membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi mendalam. Tujuan investigasi adalah untuk memastikan apakah ada pelanggaran peraturan terkait pengelolaan limbah kesehatan dan mengambil tindakan yang sesuai.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Rumah Sakit Mitra Husada belum dapat dimintai keterangan resmi terkait dugaan pencemaran limbah tersebut. Tim media akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru seiring dengan kemajuan proses penanganan oleh pihak berwenang.(Red)