Gambar ilustrasi wartawan di Sukamakmur Kabupaten Bogor yang diduga mengalami tindakan intimidasi dan kekerasan verbal dari sekelompok massa mengaku ortu murid di kediaman Kadus 03 Desa Sukaharja Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (Foto/Dok.Ist)
TM Kab Bogor – Tindakan tidak terpuji dilakukan sekelompok oknum warga yang mengatasnamakan orangtua murid dan komite dari SDN Sukaharja 01, kecamatan Sukamakmur terhadap dua orang wartawan media online.
Aksi pengucilan, intimidasi berikut dengan pembunuhan karakter dilakukan oleh para oknum mengaku orangtua murid maupun komite itu diduga berawal dari adanya pemberitaan yang berkaitan dengan kegiatan komite pada sekolah tersebut.
“Iya kami sebelum mendapat perlakuan keji itu telah menayangkan berita terkait adanya dugaan pungutan uang sebesar 58ribu oleh komite kepada ortu murid, walau pungutan tersebut di klaim oleh pihak komite dilakukan karena telah mendapat persetujuan dari seluruh ortu murid SDN Sukaharja 01,” ungkap K, wartawan media Pos Berita Nasional memberikan keteranganya kepada media ini, Rabu (11/6/25).
Insan media yang menelusuri kegiatan pungutan dari komite itupun telah menjalankan ketentuan kode etik jurnalistik dengan mengkonfirmasi berbagai pihak, termasuk Kepsek SDN Sukaharja 01, hingga bendahara komite untuk memenuhi keberimbangan informasi.
“Kepsek diam, menghindar dan memilih tidak menanggapi konfirmasi. Begitu pula dengan bendahara komite juga tidak mau menjawab dan menanggapi konfirmasi kami. Akhirnya kami pun menayangkan berita yang ternyata berujung dengan aksi intimidasi dari sekelompok masa yang mengatasnamakan ortu murid kepada saya dengan rekan,” terangnya.
Menjadi heran dia dan rekan ialah ketika ada sosok Kadus yang mendadak muncul dalam persoalan penayangan pemberitaan, tanpa menjelaskan keterkaitan dirinya dengan pihak komite, si Kadus dengan yakinnya mengundang kedua wartawan yang telah menayangkan berita ke rumahnya.
“Mendadak ada pihak mengaku Kadus menghubungi saya dengan nada mempertanyakan siapa yang tayangkan berita. Dia pun sempat menanyakan apa itu (berita) bisa dihapus, dan karena kami bilang tidak bisa, akhirnya Kadus pun ajak saya dan rekan untuk ngopi ke rumahnya,” terang Karim.
About The Author
Pages: 1 2