Gambar ilustrasi wartawan di Sukamakmur Kabupaten Bogor yang diduga mengalami tindakan intimidasi dan kekerasan verbal dari sekelompok massa mengaku ortu murid di kediaman Kadus 03 Desa Sukaharja Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. (Foto/Dok.Ist)
Anehnya, lebih lanjut Karim menjelaskan, ternyata setelah satu jam pertemuan dengan Kadus, mendadak muncul puluhan hingga ratusan massa pun sudah standby di rumah Kadus yang mengundangnya.
“Jadi di rumah kadus itu setelah kurang lebih satu jam pertemuan, mendadak jadi ramai puluhan hingga ratusan massa yang mengakunya kepada kami merupakan para orangtua murid yang berkebaratan dengan berita yang kami tayangkan,” katanya.
Tuntutan penghapusan berita pun secara brutal berikut diiringi kata-kata bernada keras dan kencang dilontarkan oleh kelompok massa itu dirumah Kadus yang juga dihadiri oleh Kadus 04, 05 dan ketua RT setempat.
“Hapus berita itu, hapus. Pungutan itu sudah sesuai dengan persetujuan orangtua murid, wartawan neangan duit, neangan masalah, Geubugan wae jelema kitu mah, Geubugan beakeun wae geus,” cetus Karim seraya menggambarkan tekanan yang dialaminya.
Lebih mirisnya, perlakuan tidak manusiawi pun dilakukan oleh salahsatu oknum warga yang diduga memanfaatkan kondisi ketika permintaan hapus berita telah dilakukan oleh kedua wartawan tersebut dengan melakukan pelemparan botol air mineral ke wajah wartawan (K).
“Setelah permintaan kami sudah turuti, kami pun bersiap untuk pulang. Nah saat saya mau pakai sepatu, tiba-tiba muka saya dilempari botol aqua yang saya tidak tau persis dari oknum warga yang mana karna banyaknya massa dirumah kadus itu. Dan kondisi itu makin menghancurkan mental serta harga diri kami atas adanya perlakuan membabibuta seperti itu kepada kami insan PERS,” pilunya.
Kedua insan PERS itupun hingga saat ini belum bisa kembali menjalankan kegiatan jurnalistiknya dikarenakan masih terpukulnya mental atas adanya kejadian pelecehan dan intimidasi di rumah Kadus yang hingga berita ini dimuat masih belum diketahui kapasitasnya dalam urusan komite SDN Sukaharja 01, Kecamatan Sukamakmur itu.
Konfirmasi pun dilakukan media ini ke kediaman Kadus Engkus yang beralamat di Kp Gn Batu 1 Desa Sukaharja, Sukamakmur, untuk lebih menghadirkan keberimbangan informasi atas adanya dugaan kejadian intimidasi yang dialami rekan wartawan (K) dan (YP).
Dalam pernyataannya, Kadus Engkus membenarkan adanya kejadian yang dialami oleh K dan YP dirumahnya pada Rabu 4 Juni 2025 lalu. Kadus Engkus pun membenarkan bahwa terdapat kumpulan massa berkisar hingga 50 orang lebih yang mendadak mendatangi rumahnya setelah mendengar info kehadiran kedua rekan di kediamannya.
“Betul saya mengundang kang (K) ke rumah. Dan setelah satu jam mengobrol, mendadak itu sekitar 50 orang ramai-ramai datang ke rumah saya. Awalnya pun diskusinya baik pak, hingga akhirnya kang (K) menyetujui keinginan para warga untuk menghapus berita dengan surat pernyataan,” ungkap Kadus.
Kadus pun mengatakan cukup kaget dengan tindakan dari salah satu oknum warga yang melempari botol air mineral yang mana kondisi disebut olehnya justeru disaat setelah bersedianya wartawan (K) menyetujui keinginan kumpulan massa untuk menghapus berita yang telah ditayangkan.
“Si akang (K) dilempar botol air mineral saya liat, dan bahkan saya juga keciprat airnya. Bahkan saya sempat melihat ada warga yang sudah ngepal batu, tapi alhamdulillahnya tidak sampai ada kejadian pelemparan batu. Kondisi saya akui sempat buat saya kawatir juga pak karena takutnya yang namanya massa banyak seperti itu,” terang dia.
“Untuk ucapan-ucapan yang muncul itu iya itu namanya orang banyak pak. Susah kelihat siapa yang ucap,” sambung dia
Ketika dipertanyakan prihal inisiator dibuatkannya surat pernyataan take done berita, Kadus Engkus menyebut hal itu menjadi keinginan keseluruhan massa yang dikatakan oleh dia merupakan orang tua murid dari SDN Sukaharja 01.
“Surat pernyataan setahu saya itu inisiatif warga pak. Dan yang kalau yang menyodorkan untuk ditandatangani oleh kang (K) itu ialah si kang Heri dan Supriatna mewakili orang tua murid. Kang Heri itu suami dari Guru di SDN Sukaharja 01,” cetusnya.
Ditempat lain, media ini mendapat informasi bahwasannya korban intimidasi fisik dan verbal (K) dengan didampingi rekan-rekan jurnalis Bogor Timur telah mendatangi Polsek Sukamakmur untuk melaporkan kejadian. (RDI)
About The Author
Pages: 1 2