Foto/gambar: aplikasi jasvicall yang diadakan oleh lapas kelas II A kota metro untuk warga binaan
TM Metro – Dalam upaya memperkuat pengawasan dan mencegah potensi gangguan keamanan serta ketertiban (Kamtib) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Metro menerapkan sistem Warung Telekomunikasi Khusus Pemasyarakatan atau Wartelsuspas yang dilengkapi dengan teknologi keamanan tinggi untuk Video Call dan Voice Call. Inovasi ini diperuntukkan bagi warga binaan yang ingin berkomunikasi dengan keluarga secara sah dan terpantau.
Menurut Kepala Lapas Metro, Tunggul Buono, sistem Wartelsuspas ini menggunakan aplikasi khusus bernama Jasvicall, yang dikembangkan oleh perusahaan penyedia layanan komunikasi, Muffaindo Komunikasi. Aplikasi ini dirancang khusus dengan fitur keamanan yang ketat.
“Kami sudah bekerja sama dengan Muffaindo Komunikasi untuk menggunakan aplikasi mereka yang bernama Jasvicall. Aplikasi ini membantu kami memastikan komunikasi warga binaan dengan keluarga berjalan dengan baik, namun tetap dalam pengawasan dan kendali petugas,” ujar Tunggul saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/4/2025).
Tunggul menambahkan bahwa penerapan sistem komunikasi digital ini merupakan bagian dari strategi pembinaan dan pengawasan yang mengedepankan transparansi serta keamanan. Ia menjelaskan bahwa sistem ini mencegah penyalahgunaan alat komunikasi untuk hal-hal yang melanggar ketentuan.
“Dengan Jasvicall, kami dapat memastikan bahwa komunikasi warga binaan tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, seperti mengatur tindak pidana dari dalam lapas atau berhubungan dengan pihak-pihak yang tidak seharusnya,” tambahnya.
Pelaksanaan Wartelsuspas ini diawasi langsung oleh petugas Lapas yang telah dilatih untuk mengoperasikan sistem dan memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur. Untuk dapat melakukan komunikasi, keluarga warga binaan diwajibkan mengunduh aplikasi Jasvicall di perangkat masing-masing, baik berbasis Android maupun iOS. Waktu layanan ditetapkan setiap hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Salah satu warga binaan, sebut saja Andi (bukan nama sebenarnya), mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya layanan Wartelsuspas ini. Ia mengungkapkan bahwa kemudahan dalam berkomunikasi dengan keluarga membuat dirinya lebih tenang dan termotivasi menjalani masa pidana.
“Sekarang saya bisa bicara dengan keluarga tanpa khawatir melanggar aturan. Orang tua saya juga tidak perlu datang jauh-jauh dari kampung, cukup lewat aplikasi saja kami bisa saling menyapa. Ini sangat membantu dan membuat saya semangat menjalani hari-hari di sini,” ujar Andi.
Dengan sistem ini, Lapas Metro berharap dapat menciptakan suasana Pemasyarakatan yang lebih tertib, aman, dan kondusif, sekaligus tetap memberikan hak dasar komunikasi kepada warga binaan. Inovasi seperti Wartelsuspas menjadi bukti bahwa transformasi digital juga menyentuh dunia Pemasyarakatan dalam kerangka pembinaan dan perlindungan Hak Asasi Manusia.
(Yono/*)