Desri menuturkan, POSE RI sekaligus advokat menjalankan kontrol sosial dan hasil investigasi kami, dan informasi yang kami dapat. Terjadi hal yang menciderai Popnas ini. Kegiatan olahraga ini, termasuk Popnas ini menggunakan anggaran APBN atau APBD.
“Namun sayangnya ada oknum Sekretaris Disdik Sumsel diduga menggunakan moment sekolah olah kekurangan dana, diduga untuk melawan hukum untuk memperkaya diri,” ujarnya.
“Unsur pidananya, pada tanggal 24 Agustus 2023 pukul 12.50 WIB oknum A Sekretaris Disdik Sumsel mengirim pesan WhatsApps ke MKKS butuh dana untuk membeli umbul umbul, dengan alasan belum keluar dana APBN maka dipinta dana Rp 5 juta, dikirimkan ke rekening oknum A. Kemudian, Poin kedua, pada pukul 14.00 oknum A minta dipercepat pengiriman karena ditagih pihak percetakan,” bebernya.
Ketiga, untuk Palembang ada 23 sekolah. Tapi ada dugaan ada beberapa SMA Negeri dan SMK Negeri se Sumsel kalikan saja. “Sebagai contoh, untuk di Palembang saja 23 sekolah dikali 5 juta jadi terkumpul Rp 115 juta. Bukti transfer dari 23 sekolah lengkap, dan foto serah terima uang tersebut lengkap. Itu ada Penyalahgunaan wewenang, dan tindakan perbuatan melawan hukum atau pungli,” bebernya.