
SERANG — Kepemimpinan baru di Polda Banten membawa sejumlah agenda strategis dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pemberantasan premanisme, pertambangan ilegal, mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga peredaran narkoba menjadi sejumlah persoalan yang mendapat perhatian.
Irjen Pol Hendra Kurniawan resmi menjalankan tugas sebagai Kapolda Banten menggantikan Irjen Pol Hengki yang mendapat penugasan baru sebagai Kapolda Jawa Barat.
Pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan rangkaian serah terima jabatan dan penyambutan pejabat baru di lingkungan Polda Banten pada Kamis (8/10/2026).
Mutasi tersebut merupakan bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Polri sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dalam sambutan perdananya sebagai Kapolda Banten, Hendra menegaskan komitmennya untuk meneruskan berbagai program positif yang telah dijalankan pendahulunya. Di saat yang sama, ia akan melakukan penyesuaian kebijakan dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
Hendra mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memetakan kondisi kamtibmas di seluruh wilayah hukum Polda Banten. Pemetaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui persoalan yang membutuhkan perhatian serta menentukan langkah penanganan secara tepat.
“Terima kasih kepada Bapak Irjen Pol Hengki atas dedikasi dan pengabdiannya membangun Polda Banten. Saya sebagai penerus akan melanjutkan hal-hal baik yang sudah ada dan akan segera melakukan mapping terkait situasi kamtibmas di Banten,” ujar Hendra.
Menurutnya, kesinambungan program merupakan bagian penting dalam menjaga kinerja institusi. Namun, pelaksanaan tugas tetap harus diselaraskan dengan kebijakan pimpinan Polri.
“Sesuai arahan Bapak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, kita akan segera menyesuaikan kebijakan dan breakdown Commander Wish beliau yang akan disampaikan pada tanggal 12 Oktober nanti,” katanya.
Soroti Premanisme hingga Tambang Ilegal
Banten merupakan salah satu wilayah strategis dengan aktivitas industri, perdagangan, kawasan pelabuhan, hingga distribusi barang dan jasa yang memiliki peran penting bagi perekonomian.
Kondisi tersebut membuat stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
Dalam konteks penegakan hukum, Hendra menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius, di antaranya pemberantasan premanisme, pertambangan ilegal, mafia solar atau BBM bersubsidi, serta peredaran narkoba.
Ia menegaskan, penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan tidak boleh membedakan latar belakang pihak yang berhadapan dengan hukum.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak. Polda Banten harus semakin humanis dan dicintai masyarakat. Tidak ada ruang bagi pelanggar hukum, termasuk oknum internal yang mencoreng nama baik institusi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menempatkan profesionalisme, integritas, dan konsistensi penegakan hukum sebagai bagian penting dari arah kepemimpinan baru Polda Banten.
Tantangannya bukan hanya memastikan penindakan terhadap pelanggaran hukum berjalan berdasarkan bukti dan ketentuan peraturan perundang-undangan, tetapi juga memastikan pengawasan internal terhadap anggota kepolisian dilakukan secara konsisten.
Irjen Pol Hengki Tinggalkan Banten
Sementara itu, Irjen Pol Hengki menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Banten serta berbagai pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan tugasnya.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga Banten.
“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Polda Banten, rekan-rekan Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Banten. Banyak kenangan dan pelajaran berharga selama saya bertugas di sini. Saya mohon diri dan mohon maaf apabila selama bertugas ada yang kurang berkenan,” ujar Hengki.
Hengki selanjutnya mengemban amanah sebagai Kapolda Jawa Barat. Sementara Hendra kini bertanggung jawab memimpin jajaran Polda Banten.
Pergantian pucuk pimpinan tersebut bukan sekadar perubahan jabatan struktural. Kepemimpinan baru juga membawa tuntutan agar berbagai persoalan keamanan dan penegakan hukum di Banten dapat ditangani secara profesional, transparan dan berkeadilan.
Komitmen memberantas mafia BBM bersubsidi, pertambangan ilegal, premanisme, dan narkoba pada akhirnya akan diuji melalui langkah-langkah konkret di lapangan, mulai dari penindakan berdasarkan bukti hingga pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota kepolisian.
Di sisi lain, pendekatan humanis dan keterbukaan terhadap pengaduan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Rangkaian pergantian kepemimpinan Polda Banten kemudian ditutup dengan tradisi pedang pora, pelepasan Irjen Pol Hengki menuju penugasan barunya, serta penyambutan Irjen Pol Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten.
Kini, konsistensi antara komitmen dan pelaksanaan di lapangan menjadi hal yang akan menjadi perhatian masyarakat Banten dalam menilai arah kepemimpinan Polda Banten di bawah kendali Hendra Kurniawan.(Ben/**)