
Lebak — Proses rekrutmen tenaga satpam di lingkungan RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung yang disebut melibatkan pihak ketiga, PT. SPS, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya permintaan sejumlah uang yang dikaitkan dengan proses penerimaan calon pelamar.
senin, (20/04/2026).
Berdasarkan keterangan pihak keluarga pelamar, terdapat dugaan permintaan dana sebesar Rp3.500.000. Namun karena keterbatasan ekonomi, pihak keluarga mengaku hanya mampu menyediakan Rp2 juta.
Menurut sumber, terdapat percakapan melalui aplikasi WhatsApp antara keluarga pelamar dengan seseorang yang disebut sebagai salah satu oknum dokter. Dalam percakapan tersebut, terdapat pertanyaan terkait kesiapan dana dengan kalimat, “ada berapa dananya sekarang.”
Selain itu, menurut keterangan sumber, penyerahan uang sebesar Rp2.000.000 diduga dilakukan di salah satu klinik yang berada di wilayah Rangkasbitung.
Namun demikian, informasi ini masih dalam tahap penelusuran dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara menyeluruh.
Menanggapi hal tersebut, pihak penanggung jawab pelayanan di salah satu klinik di Rangkasbitung menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengetahui adanya aktivitas sebagaimana yang dimaksud. Ia juga menegaskan bahwa individu yang disebut dalam informasi tersebut tidak memiliki ruang praktik di klinik tersebut.
“Yang bersangkutan tidak memiliki ruangan di klinik kami. Namun demikian, kami akan mencoba menelusuri informasi ini lebih lanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihak klinik menegaskan komitmennya terhadap pelayanan yang sesuai prosedur.
“Pada prinsipnya, kami tidak mentolerir adanya transaksi di luar layanan medis kepada pasien. Untuk informasi ini, kami sampaikan sebagai penanggung jawab pelayanan. Adapun terkait pimpinan klinik memiliki kewenangan tersendiri,” tambahnya.
Hingga saat ini oknum dokter yang meminta uang belum bisa dihubungi bahkan WA danbtelponnya tidak aktif.
Sejumlah kalangan menilai, apabila dugaan ini terbukti, praktik tersebut berpotensi mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekrutmen tenaga kerja, khususnya di sektor pelayanan publik.
Pihak manajemen RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung dan PT. SPS telah diupayakan untuk dikonfirmasi, namun belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan.
Informasi ini masih dalam tahap penelusuran. Redaksi membuka ruang bagi seluruh pihak terkait untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab guna menjaga keberimbangan pemberitaan.
Penulis: Rulsi
Editor: Benny