TM Lebak – Seorang warga bernama Uci, asal Kampung Cidahu, Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, tewas kesetrum saat menggali batu bara di tambang ilegal yang berlokasi di Blok Cioray, Kampung Cibobos, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cihara. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis pagi (31/7/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Korban tewas seketika setelah tersengat listrik yang diduga berasal dari sambungan ilegal yang digunakan untuk operasional tambang. Lokasi galian tempat korban bekerja diketahui milik seseorang bernama Uming, yang selama ini diduga menjadi pengendali aktivitas tambang liar di kawasan tersebut.
Kematian ini menjadi tamparan keras bagi institusi yang seharusnya berwenang melakukan pengawasan. Perhutani, yang mengelola kawasan hutan negara tempat tambang berlangsung, dinilai gagal menindak tegas penambang liar. Padahal, wilayah Cibobos merupakan bagian dari kawasan yang berada di bawah kontrol Perhutani. Ketika kami menghubungi Ence selaku Polhut diwilayah tersebut ternyata hpnya tidak aktif.
Sementara itu, Aparat Penegak Hukum (APH) dinilai melakukan pembiaran. Meski aktivitas tambang liar telah berlangsung terbuka dan berulang kali diberitakan, tidak ada penindakan yang menyentuh aktor utama atau pemodal di balik tambang.
Tak kalah disorot adalah ULP PLN Malingping, yang sebelumnya mengklaim aktif melakukan razia sambungan listrik ilegal. Namun faktanya, tambang masih mendapatkan pasokan listrik secara liar, hingga menyebabkan korban jiwa.
Pada saat sebelum kejadian awak media sempat mengonfirmasi manager ULP malingping namun jawaban nya singkat,
“sebenarnya saya takut kalau sampai adanya pemutusan di galian karna mereka mengancam akan mendemo dan melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.”ungkap manager ulp malingping.
Pada akhir nya sampai terjadi korban meninggal akibat mutlak ke lalaian pihak pln yang tidak menindak tegas apa lagi sampai adanya pemutusan aliran listrik. saat tim media menyampaikan permasalahan di wilayah galian khususnya yang di tangani langsung oleh ulp malingping pihak banten selatan seolah olah cuci tangan begitu saja dan ironis nya menyatakan kami sebagai polres saja dan poldanya ada disana UID Banten sama sekali mereka tidak mengeluarkan statement hanya berkilah mengucapkan terimakasih.
Tim media dari beberapa media mendatangi UID jabar Banten, namun hasilnya sangat mengecekawan awak media hanya di pertemukan seorang security saja dan menyampaikan pesan dari salah satu pejabat vice control pesan nya silahkan kalian datang ke lebak.
“Permasalahan ini murni bukan masalah kami. Murni masalah area banten selatan ungkap pesan nya“.
Sungguh ironis pimpinan menyatakan melalui pesan nya kepada security UID Banten melepaskan tanggung jawab begitu saja dan tidak pernah memberikan win win solution, padahal sudah jelas jelas pln ULP Banten selatan murni di bawah naungan UID dengan begitu kami pihak media akan mengkonfirmasi langsung pihak kementrian ESDM khususnya dirjen yang membawahi kelistrikan yang ada di jakarta agar secepatnya menindak langsung dan mencabut listrik yang mengalir ke galian galian yang ada di wilayah banten selatan
“Kalau benar semua sudah ditertibkan, kenapa tambang masih jalan dan sekarang malah ada yang tewas kesetrum? Jangan-jangan semua tutup mata,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Perhutani, pihak PLN, maupun kepolisian setempat.
Kasus ini kembali menegaskan betapa lemahnya pengawasan terhadap tambang ilegal di wilayah selatan Lebak. Warga mendesak dilakukan investigasi menyeluruh dan menghentikan praktik tambang liar yang tidak hanya merusak lingkungan, tapi juga telah memakan korban nyawa. Ungkap salah seorang warga yang keluarga nya menjadi korban.(Rusli)
Editor: Benny