Kepsek SDN 01 Cariu saat membakar sampah sekolah secara terbuka di lingkungan sekolah yang berada tidak jauh dari kantor Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. (Foto/Karim)
TM Kab Bogor– Pembakaran sampah di area lingkungan SD Negeri 01 Cariu kembali menyayat dunia pendidikan di Kabupaten Bogor. Mirisnya, justeru pembakaran sampah dilakukan langsung oleh seorang Kepala Sekolah disaat masih banyak peserta didik berada di lingkungan sekolah.
Lebih memilukannya, Kepsek yang akhirnya baru diketahui bernama Pak Dalim, sempat menolak dan terkesan mengabaikan imbauan penghentian proses pembakaran sampah yang disampaikan awak media. “Sampah numpuk tidakk terangkut, daripada bertumpuk ya lebih baik dibakar,” ujatnya saat perdebatan dengan menentang permintaan awak media untuk dimatikan api yang cukup membakar sampah di area TPS sekolah, Kamis (7/7/25).
Setelah melalui perdebatan cukup sengit, akhirnya awak media diijinkan oleh Kepsek untuk menyiramkan air guna mematikan api yang cukup besar di area pembakaran (TPS) persis didekat ruangan guru sekolah.
Pasca api berhasil dipadamkan, Kepsek pun mengutarakan curahan hati terkait inisiatif membakar sampah yang didominasi oleh sampah plastik bekas makanan para siswa/i didik. Dia pun menjelaskan bahwasanya pihak sekolah telah memohonkan permohonan kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui driver truk UPT PS Wil VII Jonggol untuk mengangkat sampah sekolahnya.
“Pernah kita coba kang ke drivr truk pengangkut sampah nya DLH untuk angkut sampah sekolah. Namun uang yang dipinta 450ribu kami kurang mampu sanggupi, dan ya akhirnya sampah kami tidak diangkut kang,” kata dia.
“Meskipun si akang tadi bilang perbuatan saya salah dan melanggar Undang-Undang lah, iya saya pasrahlah, karena yang saya lakuin itu tujuanya sebenarnya ya baik. Iya mungkin karena saya terlalu perdululi sama sampah yang menumpuk jadi berinisiatif membakar seperti itu,” sambungnya.
Lebih lanjut Kepsek yang telah menjabat selama 3 Tahun di SD Negeri 01 Cariu itu mengakui kegiatan pembakaran yang dilakukan prihal bertumpuknya sampah karena yang biasa memilah dan memanfaatkan sampah anorganik dari sampah sekolah tidak kunjung datang.
“Biasa ada perwakilan orang tua murid yang rutin ambil sampah-sampah plastik dari sekolah dan itu cukup ngurangi tumpukan. Tapi belakangan tidak kunjung datang yang mengakibatkan sampah menumpuk,” ucap dia.
Diakhir, Kepsek Dalim juga berharap kepada pihak pengangkut sampah (UPT PS Wilayah VII Jonggol) dapat rutin mengangkut sampah SD Negeri 01 tanpa harus ada embel-embel nilai harga angkut yang ditentukan.
“Iya kedepan semoga bisa diangkut sampah sekolah oleh pihak pengangkut sampah dinas (UPT PS Wil VII jonggol-red). Supaya kita juga tidak dibuat pusing oleh tumpukan sampah,” pungkasnya.

