Foto dari kiri kekanan, Kades Purasari Muh Yusuf Mustopa, petugas lapangan DLH Kab Bogor, Topik, peggiat lingkungan Rendy Mamesah, dan Sholeh selaku pemilik Alat yang bekerjasama dengan Desa Purasari. (Foto/RDI)
Foto dari kiri kekanan, Kades Purasari Muh Yusuf Mustopa, petugas lapangan DLH Kab Bogor, Topik, peggiat lingkungan Rendy Mamesah, dan Sholeh selaku pemilik Alat yang bekerjasama dengan Desa Purasari. (Foto/RDI)
Meskipun diakui anggaran yang dipakai dari Dana Desa cukup besar, berkisar ratusan juta, namun, Kades menegaskan, alat yang sudah menjalani kegiatan pemrosesan di Pusat Daur Ulang (PDU) Cibinong itu dipilih dengan berbagai kajian, analisa, dan pertimbangan, untuk dihadirkan di Desa Purwasari.
Lebih lanjut Kades menjelaskan, dengan adanya kemanfaatan hasil dari pemrosesan jenis sampah rumah tangga dengan penggunaan alat tersebut, berupa semacam pakan ternak, sanitizer, maupun kompos, pihaknya menilai pengelolaan sampah dengan metode seperti itulah yang juga dapat membuka peluang usaha dari hasil produksi pengolahan sampah.
Ditempat yang sama, Topik selaku petugas lapangan DLH Kab Bogor mengapresiasi keperdulian Kades Purasari akan pengelolaan sampah rumah tangga yang dapat menekan volume residu di TPA Galuga.
Terlebih, sambung dia mengatakan, metodelogi yang dipilih dalam pengelolaan pun (berupa alat sejenis insenerator) telah dilalui dengan berbagai proses pengujian yang diakui hasilnya.
Ditambahkan oleh Muhamad Soleh Saefullah, selaku Direktur PT. Pesona Teknik Utama (pihak ketiga), juga pencetus incenerator, yang mampu mengubah asap menjadi embun bersifat non patogen (zat berbahaya), bahwasanya pemrosesan sampah yang dilakukan dengan sistem pemanggangan itu, diyakini telah memiliki ijin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan termasuk hasil dari pemrosesan.
Pria yang memiliki background bidang kesehatan lingkungan itu juga menilai pemrosesan sampah yang dilakukan dengan alat yang mengubah asap menjadi embun tersebut, telah dibuktikan melalui uji lab dan terbebas dari berbagai zat sejenis kimia, timbal, maupun patogen lainnya.