Abah Memed, warga RW 04 Kampung Cikaung, Desa Cijujung Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor saat berjuang mendapat air bersih. (Foto/Rendy)
TM Kab Bogor – Bencana kekeringan telah melanda wilayah Kampung Cikaung, Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Hampir satu bulan, sebagian warga harus berjuang untuk mendapat air bersih guna keberlangsungan hidupnya.
Kakek Memed, pria lanjut usia yang diketahui berusia 72 Tahun, warga RT.01/004 Kampung Cikaung harus menempuh jarak sekitar 500 Meter jauhnya menuju sumber mata air untuk mendapat air bersih setiap harinya.

Berkesempatan ikut bersama dengan pria lanjut usia yang masih tampak gagah itu ke lokasi sumber air bersih, media ini dapat menggambarkan tidak mudahnya menempuh jalur yang terdapat tanjakan dan turunan untuk bisa ke sumber air yang disebut Kubang (mata air) pancuran 7, dan dikelola oleh warga setempat.
Dilokasi, tampak juga beberapa warga lain terdampak kekeringan, harus juga mengambil air bersih dari pancuran 7. Dari hasil wawancara singkat dengan warga lain di lokasi, akang dalam keteranganya menyebut telah satu bulan ini harus mengambil air dilokasi Kubang itu guna memenuhi kebutuhan akan air bersih.
“Hampir sebulan pak ambil air disini (Kubang). Iya untuk air minum pak, karena lebih layak kalau air dari sini, tapi kalau air yang bantuan dengan tangki air itu paling untuk kebutuhan mandi karena seperti kurang jernih begitu pak,” ujar Akang yang ternyata masih keluarga dari Abah Memed, Senin (21/8).
Dari keterangan Akang, kedalaman sumur 20 Meter yang ada dirumahnya, tetap tidak juga mampu menghasilkan air bersih. Bahkan, tidak sedikit warga yang berdampak kekeringan lebih memilih menggunakan air sungai yang diduga tidak layak untuk kebutuhan akan air, baik untuk mandi, maupun dikonsumsi untuk air minum.
“Yang ke tempat ini sih masih cukup jarang pak, karena warga lebih suka pakai air sungai, karena lebih dekat daripada harus kesini. Iya kalau air sungai yang ada di desa cikaung mah punten, menurut saya sudah tidak layak buat dipakai (konsumsi) baik buat mandi apalagi minum pak,” kata Akang.

Baik Abah Memed maupun si Akang menyebut dalam satu hari terkadang sampai dua (2) kali balik ke pancuran 7. Kenyataan itu dibenarkan oleh kepala RW yang menyebut mengetahui aktivitas sebagian warga nya yang harus berjuang keras untuk sekedar bisa mendapat air bersih.
“Hampir 30% warga di RW. 04 memang sejak satu bulan ini mulai merasakan dampak kekeringan. Bahkan setahu saya pihak dari Desa Cijujung pun mendata setiap KK yang mengalami dampak untuk bisa diajukan bantuan ke pemkab,” terang Makmun, Ketua RW 04, kampung Cikaung.
