TM Lebak – Puluhan karyawan Rumah Sakit Misi Lebak hari ini menggelar aksi damai di lingkungan rumah sakit. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes atas sejumlah persoalan yang selama ini menekan kesejahteraan mereka. Salah satu sorotan utama adalah tertundanya pembayaran jasa pelayanan selama tiga bulan, yang seharusnya menjadi hak karyawan.
“Terakhir kami terima pembayaran jasa pelayanan pada Juni 2025, selebihnya tidak ada lagi. Itu fakta yang kami alami, Pak,” ungkap Ketua IKKAMI RS Misi Lebak saat ditemui wartawan.
Meski menggelar aksi, para karyawan memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan normal. “Aksi kami tidak mengganggu pelayanan. Pasien tetap kami layani dengan semestinya. Tapi keluhan ini nyata, kami sudah terlalu lama menahan beban,” tegasnya.
Ricky, salah satu perwakilan karyawan menambahkan, persoalan ini tidak hanya dirasakan tenaga medis dokter, melainkan juga perawat, tenaga administrasi, hingga karyawan non-medis. “Selain dokter, karyawan lain tidak mendapatkan jasa pelayanan. Jadi ini keluhan semua karyawan, bukan satu pihak saja,” katanya.
Dalam aksinya, karyawan RS Misi Lebak menuntut:
Segera dilakukan pembayaran jasa pelayanan yang tertunggak selama tiga bulan penuh.
Transparansi manajemen dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.
Adanya komitmen tertulis agar keterlambatan pembayaran tidak terus berulang di kemudian hari.
Hingga aksi berlangsung, pihak manajemen RS Misi Lebak disebut belum memberikan respon atas tuntutan karyawan. Hal ini makin mempertegas adanya jarak komunikasi antara manajemen dan pegawai di lapangan. (Benn)