Pihaknya pun saat ini tengah berkoordinasi lintas sektoral dalam memetakan daerah rawan terkena dampak bencana megathrust, dan memerhatikan rambu-rambu evakuasi.
“Kita harus perhatikan kembali titik-titik kumpulnya di mana, jangan mungkin ada rambu-rambu bencana yang hilang,” ungkapnya.
Menurutnya, menghadapi potensi megathrust ini maka diperlukan kolaborasi kuat dari semua sektoral, sebab bencana megathrust ini tidak diketahui kapan datangnya. Maka dari itu, kesiapsiagaan harus tetap dilakukan.
“Yang pasti harus siap siaga, karena kita kan enggak tahu potensi ini kapan terjadinya. Jika pun terjadi bencana, kami dari pemerintah sudah menyiapkan BTT, kemudian juga titik-titik evakuasinya dan memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten kota yang memang terdampak bencana ini,” pungkasnya.(Rusli-Adriy)