Kab Bogor— Tabloid Mantap-Warga kampung tunggilis, desa situsari, kecamatan cileungsi, kabupaten bogor, jawa barat, mengeluhkan keberadaan usaha pembuatan tahu rumahan yang diduga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Bau limbah yang tercium hampir setiap hari membuat sebagian warga merasa resah, terutama saat cuaca panas dan aliran udara mengarah ke permukiman.
Keluhan tersebut akhirnya sampai kepada tim media yang kemudian mendatangi lokasi pembuatan tahu untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pihak pekerja di lokasi usaha tersebut.
Saat ditemui wartawan, salah satu pekerja mengaku dirinya juga merasa bingung dengan kondisi yang terjadi saat ini. Ia mengatakan bahwa biasanya usaha pembuatan tahu identik berada di dekat aliran sungai agar limbah dapat dikelola lebih mudah, bukan berada di tengah lingkungan padat penduduk, jumat (15/5/2026).
“Iya Pak, saya juga bingung. Biasanya kan kalau pabrik tahu keberadaannya identik di pinggir aliran kali. Kalau di sini limbahnya dibuang di gentong. Usaha ini baru berjalan kurang lebih tiga tahun Pak,” ujar salah satu pekerja kepada wartawan.
Dengan nada lirih, pekerja tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya hanya menjalankan pekerjaan dan menyerahkan keputusan kepada pihak penanggung jawab usaha.
“Kalau saya gimana baiknya saja. Kalau disuruh tutup ya tutup Pak. Tapi saya coba telepon dulu Pak Pahrul selaku penanggung jawab di sini,” sambungnya.
Sementara itu, saat tim media mencoba menghubungi Pahrul melalui sambungan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait keluhan warga, ia mengaku sedang bekerja dan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
“Maaf Pak, saya lagi kerja. Nanti malam aja, sekarang saya tidak bisa diganggu lagi kerja,” ucap Pahrul singkat melalui sambungan WhatsApp.
Kondisi ini membuat warga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait, baik pemerintah desa maupun instansi lingkungan hidup, agar persoalan limbah dan bau menyengat tersebut dapat segera ditangani. Warga mengaku tidak ingin terjadi konflik berkepanjangan, namun mereka juga menginginkan lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan nyaman untuk keluarga mereka.
Beberapa warga bahkan mengaku sudah menahan ketidaknyamanan selama bertahun-tahun. Bau limbah yang muncul setiap hari disebut membuat aktivitas warga terganggu, terutama saat waktu makan dan malam hari ketika aroma menyengat semakin terasa masuk ke rumah-rumah warga.
“Kadang kalau angin kencang baunya sampai masuk rumah. Anak-anak juga sering mengeluh. Kami bukan mau mematikan usaha orang, tapi tolong limbahnya diperhatikan kalau pas bau banget baunya kaya bau kotoran manusia pak,” ungkap salah seorang warga dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat terkait langkah penanganan yang akan dilakukan atas keluhan masyarakat tersebut. Warga berharap persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut demi menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan di Kampung Tunggilis, Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi.(karim)