Disitu lah kami merasa terjebak, berarti gajih kami hanya dihitung dari permeter 20 ribu, bukan 70 ribu permeter berikut dengan uang makan, kalau tau begini mungkin kami tidak akan berangkat kerja ke sini,” ujar Hendi, didampingi oleh sesama rekennya dan terlihat raut muka mereka penuh rasa kecewa. Rabu (28/08/24).
“Kami untuk APD itu tidak diberikan, seperti sepatu boots aja, kami bawa dari Palembang, dan coba di pertanyakan langsung pada penanggung jawabnya, yaitu Pak Hasan,”kata Hendi.