Menurut Etik, saat diwawancarai oleh awak media dan menolak untuk direkam, dia mengaku sebagai pengawas lapangan pekerjaan tanam fiber optik tersebut.
“Saya sebagai pengawas dan soal izin kami sudah ada, dan ini pekerjaan Telkom dari BUMN, adapun soal upah borongan itu tidak ada uang makan, mungkin dari pihak mandornya kurang penjelasan, kepada para pekerjanya,” jelas Etik.
Namun, sampai pemberitaan ini ditayang. awak media masih mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan guna mendapatkan informasi yang akurat, lantaran atas adanya proyek galian tanah untuk tanam fiber optik tersebut, diduga banyak kejanggalan. (Adriyanto)