Peristiwa penganiayaan Warga Pinrang Makasar. (Foto/Tim)
Tidak hanya itu, Ibu Anita bahkan sempat mengancam Pak Edy secara langsung dengan mengatakan, “Akan saya seret kamu!” Ancaman tersebut, menurut Pak Edy, tidak hanya sekadar ucapan, karena beberapa waktu kemudian, ancaman itu benar-benar dilaksanakan. Sekelompok polisi yang merupakan anak buah Ibu Anita benar-benar menyeret Pak Edy keluar dari rumahnya hingga ia pingsan di tempat. Kejadian ini terjadi di depan publik dan tetangga sekitar, sehingga menimbulkan kegemparan di lingkungan tempat tinggalnya.
Semua tindakan ini, menurut Pak Edy, telah terekam dan menjadi bukti kuat bahwa tindakan Ibu Anita sangat tidak profesional dan jauh dari etika sebagai seorang aparat penegak hukum. “Kami punya bukti. Ini bukan sekadar fitnah. Semua tindakan kasar dan tidak bermoral itu ada dalam rekaman yang bisa kami tunjukkan. Sangat menyedihkan melihat bagaimana seorang polisi yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat malah bertindak seperti predator dengan penuh dendam pribadi,” kata Pak Edy.
Ia juga menyayangkan bagaimana perilaku seperti ini bisa mencoreng institusi Polri yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Menurutnya, negara sangat mengharapkan aparat kepolisian menjadi pengayom masyarakat, bukan sebaliknya menjadi pelaku tindakan represif yang malah menindas warga.
“Kasihan negara ini jika membiarkan aparat tidak bermoral seperti ini. Bagaimana kita bisa percaya pada institusi yang seharusnya melindungi jika ada oknum yang penuh dendam dan melupakan tugas mereka sebagai penegak hukum? Polri sebagai institusi besar harus bisa membedakan mana yang bertindak atas dasar hukum, dan mana yang hanya menuruti dendam pribadi,” lanjut Pak Edy.
Pak Edy dan keluarganya kini berharap agar semua bukti yang mereka miliki dapat menjadi dasar bagi penegakan hukum yang adil dalam kasus ini. Mereka meminta agar pihak berwenang dapat melihat dengan jernih dan objektif, tanpa ada pengaruh dari jabatan atau hubungan antar institusi. “Kami ingin keadilan ditegakkan. Jangan biarkan oknum seperti ini terus merusak citra Polri yang kita semua harapkan sebagai penjaga keadilan di negeri ini,” pungkasnya.